Selasa, 27 September 2016

Modul PLPG 2016 SD Lengkap

Salam sehat untuk bapak ibu guru semua, bila kemarin sudah kami unggah modul PLPG Mapel Matematika SD ,Untuk melengkapi persiapan bapak ibu guru yang akan segera berangkat PLPG, pada kesempatan kali ini akan kami bagikan modul materi PLPG untuk SD tahun 2016 secar lengkap.selamat mempersiapkan diri anda dengan banyak membaca. Mau dwonload Materi PLPG 2016 Sekolah Dasar Mata Pelajaran IPA, IPS, PKn dan Bahasa Indonesia, silahkan klik link di bawah ini.

  •  Modul Bahasa Indonesia
Modul PLPG SD tahun 2016 Bahasa Indonesia 1
Modul PLPG SD tahun 2016 Bahasa Indonesia 2
Modul PLPG SD tahun 2016 Bahasa Indonesia 3
 Modul PLPG SD tahun 2016 Bahasa Indonesia 4
  • Modul IPA
 Modul PLPG SD tahun 2016 IPA 1
 Modul PLPG SD tahun 2016 IPA2

  • Modul IPS
 Modul PLPG SD tahun 2016 IPS 1
 Modul PLPG SD tahun 2016 IPS 2

  • Modul PKn
 Modul PLPG SD tahun 2016  PKn 1
 Modul PLPG SD tahun 2016  PKn 2
 Modul PLPG SD tahun 2016  PKn 3
 Modul PLPG SD tahun 2016  PKn 4

Sabtu, 24 September 2016

Modul PLPG 2016 Mapel Matematika SD

Selam sehat untuk bapak ibu guru semua, pada kesempatan kali ini akan kami bagikan modul materi PLPG untuk SD tahun 2016.selamat mempersiapkan diri anda dengan banyak membaca. Mau dwonload Materi PLPG 2016 Mata Pelajaran Matematika, silahkan klik link di bawah ini.

Modul PLPG 2016 Matematika 1
Modul PLPG 2016 Matematika 2
Modul PLPG 2016 Matematika 3
Modul PLPG 2016 Matematika 4
Modul PLPG 2016 Matematika 5

PLPG Gratis, Nilai UTN Minimal 80, Mampukah...?

Selamat berjumpa kembali sahabat guru, di Blog Ruang Guru Sekolah Dasar, bagi bapak ibu guru yang sudah masuk kuota  PLPG 2016 ,kami ucapkan selamat. dan segera untuk mempersiapkan diri.berikut informasi lengkapnya yang kami kutip dari koran Sindo.

Sebanyak 120.000 guru akan menjalani pendidikan dan pelatihan profesi guru (PLPG) pada Agustus mendatang agar bisa mengikuti program sertifikasi.


Seluruh biaya dalam program ini ditanggung pemerintah sehingga para guru tidak perlu mengeluarkan uang apa pun. Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, Agustus ini memang akan sudah mulai PLPG bagi guru yang belum disertifikasi. Sekitar 120.000 guru yang akan mengikuti PLPG di sejumlah lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) saat ini sedang diseleksi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek- Dikti).

”Jika mereka lulus akan disertifikasi dan tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun,” katanya di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan, total guru yang memenuhi syarat ikut PLPG itu sebanyak 555.467 orang. Pemerintah akan membiayai PLPG dalam kurun waktu empat tahun atau hingga 2019 nanti. Per tahunnya diperkirakan 120.000 guru yang akan mengikuti PLPG. Setelah mengikuti PLPG ini, para guru harus lulus ujian tulis nasional (UTN) dengan nilai minimal 80 (dari 100).

Jika dinyatakan tidak lulus UTN karena nilainya tidak mencapai 80, guru tersebut tidak bisa mengikuti PLPG untuk kedua kalinya karena PLPG hanya bisa diikuti satu kali. Namun ke depan guru tersebut tetap bisa mengikuti UTN kembali. Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rasyidi mengatakan, perguruan tinggi di bawah PGRI siap menjadi LPTK pelaksana PPG.
Perguruan tinggi PGRI sudah memiliki asrama yang menjadi salah satu syarat utama program sertifikasi guru. Selain asrama, dia juga menjamin ketentuan lain untuk pendidikan profesi guru yang disyaratkan Kemenristek- Dikti pun sudah dilengkapi. ”Kami harap perguruan tinggi PGRI dilirik layaknya LPTK lain. Beri kami ruang untuk berkontribusi dalam rangka mencerdaskan bangsa dan mengurangi pengangguran,” katanya di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perguruan Tinggi PGRI di Jakarta kemarin.

Sebagai asosiasi guru tertua mereka sudah mempunyai metode pelatihan guru yang dipengaruhi perkembangan zaman.

Jumat, 23 September 2016

Tak Ada Siswa yang Bodoh

Lagu Indonesia Raya berkumandang di Hanoi National University of Education, Vietnam pada Juli 2016. Di sana, Wilson Gomarga (18), pelajar SMA IPEKA, memperoleh medali emas di kompetisi International Biology Olympiad (IBO) ke-27. 

Masih pada Juli, Noval Ilham Arfiansyah dan Tangguh Achmad Fairuzzabady juga berhasil memperoleh medali perak dan perunggu Olimpiade Matematika di Singapura. Kedua siswa kelas 6 itu mengalahkan ribuan peserta lain di ajang internasional itu. 

Memang, sudah banyak pelajar Indonesia yang berprestasi dan sukses menjuarai olimpiade. Namun, tak dapat dimungkiri banyak pula siswa yang berprestasi rendah di sini. 

Studi International Association for the Evaluation of Educational Achievement (IEA) di Asia Timur, misalnya, memperlihatkan keterampilan membaca kelas 4 SD di Indonesia berada di peringkat terendah ketika dibandingkan dengan negara tetangga.

Rata-rata skor tes membaca tertinggi diraih Hongkong (75,5). Peringkat kedua diduduki oleh Singapura (74). Sementara itu, Thailand berada di posisi ketiga (65.1). Filipina satu peringkat lebih tinggi dari Indonesia (52.6).

Adapun skor tes siswa Indonesia adalah 51,7. Mereka hanya mampu menguasai 30 persen materi bacaan. 

Selain itu, pelajar Indonesia juga kesulitan menjawab soal-soal penalaran yang membutuhkan pemahaman. Hal ini disebabkan mereka terbiasa menghapal dan menjawab soal pilihan ganda.

Ada apa?

Tak ada faktor tunggal

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Tantangannya, sistem pendidikan formal Indonesia cenderung memperlakukan siswa sama rata.

"Padahal, semua anak berbeda. Setiap anak punya kekhususan berbeda. Ketika diperlakukan sama, ada yang bisa mengikuti, ada yang tidak," ungkap Founder & CEO Elite Tutors Indonesia, Sumarsono, saat ditemui di Jakarta.
Menurut Sumarsono, bisa jadi sistem pengajaran tersebut membuat sejumlah anak tak terseleksi. "Memiliki kekhususan tetapi tidak terlihat oleh sistem yang ada," ujar dia.

Ada beragam kondisi yang membuat pengajaran tak optimal terserap oleh siswa. Misalnya, anak kurang konsentrasi saat guru menjelaskan. 

Terkadang, anak-anak terlihat memperhatikan pelajaran tetapi sebenarnya mereka sedang melamun atau bahkan mengerjakan hal lain. Pelajar juga seringkali kurang minat dengan pelajarannya.

Atau, bisa jadi siswa tak suka dengan metode ajar gurunya. Kebanyakan guru mengajar dengan metode ceramah sehingga siswa merasa bosan. 

Bisa juga, fasilitas sekolah kurang menunjang. Minim perpustakaan atau alat ajar, bisa jadi di antaranya. 

Kenali Kebutuhan Siswa
Dari fenomena-fenomena di atas, Sumarsono berpendapat setiap anak butuh dukungan untuk bisa mendapatkan potensi terbaik. 

Menurut Sumarsono, setiap anak punya kekhususan. “Anak biasanya mencari support dari luar dengan ikut bimbingan belajar (bimbel)," kata dia.

Sumarsono menambahkan, sebagian siswa ikut program belajar karena memang memiliki masalah belajar dan ingin mengatasinya.

Namun, kata Sumarsono, anak yang pintar di sekolah juga bisa saja tetap mengikuti bimbel untuk menambah lagi kepandaian. 

“Anak sukses maupun tidak sukses sama-sama ingin mengetahui kemampuan mereka yang masih terpendam," ungkap Sumarsono.

Dari semua fenomena tersebut, Sumarsono pun menggagas sistem tailor-made yang dikembangkan di lembaganya. 

"Sistem ini sudah banyak diterapkan sekolah dan lembaga pendidikan di luar negeri, tapi belum familiar di Indonesia," tutur Sumarsono.

Silabus dalam sistem ini dibuat berdasarkan kebutuhan dan tujuan anak. Di dalamnya tercakup mata pelajaran dan target nilai yang ingin dicapai siswa. 

“Tujuan anak ikut tambahan pelajaran macam-macam, (seperti) ingin masuk sekolah favorit, ingin masuk perguruan tinggi negeri, atau ingin kuliah di luar negeri,” sebut Sumarsono.

Selain silabus tersebut, sistem tailor-made juga merancang pola ajar yang menghibur. Saat murid sudah merasa nyaman dengan pendidik, mereka akan terbuka dengan sendirinya dan lebih mudah menerima pengajaran. 

Ibarat tabung keilmuan, kata Sumarsono, kenyamanan ini membuat tabungnya terbuka sehingga ilmu mudah masuk. 

Terlebih lagi, kata Sumarsono, tantangan yang dihadapi pelajar sekarang teramat beragam, dari kurikulum sampai kemungkinan masalah domestik keluarga. 

"Di situ kami berperan, tutor menempatkan diri sebagai teman," tegas Sumarsono. "Di kami, chemistry antara peserta didik dan tutor sangat dijaga, karena usia peserta didik kami lebih mendengar teman daripada orangtua," imbuh dia.

Satu hal yang paling berbeda dari lembaganya dibandingkan bimbel pada umumnya, sebut Sumarsono, adalah sistem privat. Satu siswa ditangani oleh satu tim tutor yang membantu dan memantau kemajuan dan target belajarnya. 

Sebelum silabus disusun, tambah Sumarsono, lembaganya membuat pula mekanisme one stop service. Mekanisme ini memastikan kebutuhan dan tujuan siswa belajar di lembaga ini. "Prosesnya sekitar dua pekan," sebut dia.

Masih berpikiran ada anak bodoh? Coba dicek lagi....

Sumber;Kompas.com

Modul Guru Pembelajar SD Kelas Tinggi A-J

Salam hebat untuk bapak ibu guru semuanya,yang sampai detik ini masih setia mengabdikan diri di ruang-ruang kelas untuk mengantarkan tunas-tunas bangsa untuk meraih mimpi-mimpinya. walau bersamaan dengan itu bapak ibu guru harus menyiapkan diri untuk menghadapi uji kompetensi dan diklat-diklat untuk meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran. kalau kemarin telah kami sajikan modul Guru Pembelajar kelas awal, untuk postingan kali ini akan kami sajikan modul untuk kelas tinggi Sekolah Dasar. silahkan donload link di bawah ini.

 Donload Modul GP SD Kelas Tinggi A
 Donload Modul GP SD Kelas Tinggi B
 Donload Modul GP SD Kelas Tinggi C
 Donload Modul GP SD Kelas Tinggi D
 Donload Modul GP SD Kelas Tinggi E
 Donload Modul GP SD Kelas Tinggi F
Donload Modul GP SD Kelas Tinggi G
 Donload Modul GP SD Kelas Tinggi H
 Donload Modul GP SD Kelas Tinggi I
 Donload Modul GP SD Kelas Tinggi J

Rabu, 21 September 2016

Modul Guru Pembelajar Kelas Awal SD A-J

Hari-hari ini seluruh guru sedang sibuk untuk mempersiapkan menghadapi Diklat Guru Pembelajar Pasca UKG. Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dilakukan melalui tiga moda, yaitu Moda Tatap Muka, Moda Daring, dan Moda Daring Kombinasi. untuk itu mari persiapkan diri dengan banyak membaca modul-modul diklat yang telah disediakan oleh kemendikbud. atau silahkan donload pada link  di bawah ini.




Donload modul GP SD kelas Awal A
Donload modul GP SD kelas Awal B
Donload modul GP SD kelas Awal C
Donload modul GP SD kelas Awal D
Donload modul GP SD kelas Awal E
Donload modul GP SD kelas Awal F
Donload modul GP SD kelas Awal G
Donload modul GP SD kelas Awal H
Donload modul GP SD kelas Awal I
Donload modul GP SD kelas Awal J


Selasa, 21 Juli 2015

Lomba Penulisan Cerita Rakyat Tahun 2015



Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya.  Keberagaman suku dan adat istiadat membuat Indonesia menjadi negeri yang sangat unik dengan latar belakang yang menarik seperti cerita rakyat yang diyakini oleh masyarakat daerah asalnya, baik dalam jenis mite, legenda maupun dongeng.
Namun, saat ini cerita rakyat  kurang diminati oleh masyarakat. Banyaknya jenis cerita dari luar negeri membuat masyarakat, khususnya anak-anak beralih untuk meminati jenis cerita tersebut padahal cerita rakyat Indonesia sendiri selain juga memiliki banyak aspek pendidikan,  filosofi dan manfaat, orisionlitas dan khas budaya bangsa Indonesia.
Cerita rakyat  mengandung ajaran budi pekerti atau pesan yang mendidik. Melalui cerita rakyat  dapat dikembangkan sifat-sifat positif, misalnya menghormati orang tua, menghargai orang lain, kasih sayang, kejujuran, persahabatan, dan gotong royong. Dengan penyampaian yang mudah dan menarik diharapkan masyarakat terutama anak-anak sadar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Cerita rakyat  tentunya memiliki kesan sejarah dan budaya yang kental sehingga melalui cerita rakyat  masyarakat khususnya anak-anak dapat mencintai dan mengenal budaya dan bangsa Indonesia.
Namun, segala manfaat yang dapat diperoleh melalui cerita rakyat, materi yang melingkupi cerita rakyat  belum tersampaikan kepada masyarakat secara luas, khususnya bagi anak-anak. Alasan yang biasanya disampaikan yaitu karena cerita rakyat  dianggap kuno, monoton, dan dianggap tidak cocok dengan perkembangan jaman.
Selain itu, dampak perkembangan teknologi membuat masyarakat terutama anak-anak lebih berminat pada acara hiburan yang ditampilkan di televisi daripada membaca buku. Kekhawatiran orang tua dan para pendidik terhadap acara televisi adalah karena pengaruhnya bagi pengembangan kepribadian anak yang sebagian tidak sesuai dengan etika dan norma masyarakat Indonesia. Walaupun, sesungguhnya melalui televisi pun cerita rakyat  dapat disebarluaskan dan dilestarikan. Tentu saja dengan penulisan dan penyampaian yang menarik tanpa mengurangi nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut. 
Untuk menggali dan menghidupkan kembali cerita rakyat bagi anak-anak Indonesia, pada tahun 2015 ini, Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelengggarakan Lomba Penulisan Cerita Rakyat sebagai bentuk upaya pelestarian budaya dan kepedulian terhadap permasalahan pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia.  
Lomba dengan tema “Cerita Rakyat sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa”  berupa penulisan kembali cerita rakyat yang bersumber pada cerita rakyat Indonesia dengan versi penulis, baik dalam jenis mite, legenda, maupun dongeng.
Kegiatan Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas bercerita dalam rangka melindungi kekayaan budaya. Melalui kegiatan ini diharapkan cerita-cerita rakyat dapat terdokumentasi dengan baik dan nilai-nilai budaya dapat tertanam di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda sebagai penerus bangsa.
Lomba penulisan cerita rakyat memberikan kesempatan masyarakat Indonesia untuk berkreativitas dalam menuliskan cerita rakyat daerahnya dan bagi pemenangnya berpeluang karyanya dipublikasikan, baik dalam kategori cerita rakyat untuk anak dan cerita rakyat untuk umum.
Tim juri lomba penulisan cerita rakyat  terdiri atas ahli dalam bidang tradisi lisan/antropolog, psikolog, akademisi, praktisi, wartawan, dan bahasa.
Adapun tahapan dari kegiatan Lomba Penulisan Cerita Rakyat ini adalah : publikasi lomba, pengiriman naskah, seleksi teknis, penilaian naskah cerita, wawancara finalis, pengumunan pemenang dan penyerahan hadiah lomba untuk 12 terbaik. Penyerahan hadiah akan diserahkan pada bulan Oktober 2015 di Jakarta.

                        Panitia Lomba Penulisan Cerita Rakyat
                        Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya
                        Direktorat Jenderal Kebudayaan
                        Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
                        Telp.& Fax (021) 5725047 atau (021) 5725564
                        e-mail: kekayaanbudaya@gmail.com